Fatwa Majelis Ulama Indonesia MUI Tentang Bunga

Berikut ini kutipan Fatwa Majelis Ulama Indonesia MUI Tentang Bunga yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 05 Dzulhijjah 1424H (24 Januari 2004) oleh Ketua MUI saat itu, yaitu K.H. Ma’ruf Amin.

 

Pertama : Pengertian Bunga (Interest) dan Riba
1. Bunga (interest/fa’idah) adalah tambahan yang dikenakan dalam
transaksi pinjaman uang (al-qardh) yang diperhitungkan dari
pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil
pokok tersebut, berdasarkan tempo waktu, diperhitungkan secara
pasti di muka, dan pada umumnya berdasarkan persentase.

2. Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan ( بلا عوض) yang
terjadi karena penangguhan dalam pembayaran ( زيادة الأجل) yang
diperjanjikan sebelumnya, ( اشترِطَمقدما ). Dan inilah yang disebut
riba nasi’ah.

 

Kedua : Hukum Bunga (Interest)
1. Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba
yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW, yakni riba nasi’ah.
Dengan demikian, praktek pembungaan uang termasuk salah satu
bentuk riba, dan riba haram hukumnya.
2. Praktek pembungaan tersebut hukumnya adalah haram, baik
dilakukan oleh Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi,
dan Lembaga Keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.

 

Selengkapnya bisa download Download Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tentang Bunga

Sumber :
http://mui.or.id/wp-content/uploads/files/fatwa/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf